Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label sinopsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sinopsis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Sinopsis Crazy Little Thing Called Love

Sekilas aku ceritain tntang sinopsisnya. Nam adalah cewek baru yg jelek, dan hitam. Dia seperti buruk rupa. Dia jatuh cinta pada seorang kaka kelas yg ganteng ga nahan namanya Shone. Shone adalah pemain bola dan fotografer. Nam berupaya cantik untuk supaya bisa Shone suka padanya. Dan selanjutnya kalian bisa klik dibawah ini untuk mengetahui ceritanya/sinopsisnya :D

Klik disini ya kalo mau liat sinopsis Crazy Little Thing Called Love yg bagian pertama.
Klik disini ya kalo mau liat sinopsis Crazy Little Thing Called Love yg bagian kedua.

Ini waktu Nam jatuh cinta sama Shone :)


Ini endingnya :D

Kamis, 08 November 2012

Sinopsis film Coming Soon




Chain adalah seorang pemuda yang kecanduan obat bius. Dia memiliki seorang kekasih bernama Som yang bekerja di sebuah bioskop modern. Chain dan Som berpisah, karena kebiasaan buruk Chain yang mengkonsumsi obat bius telah menyebabkan perilakunya menjadi seorang pemarah yang sering bersikap kasar. Chain bahkan menggadaikan barang-barang kekasihnya itu, sehingga uangnya bisa dipergunakan untuk membeli obat bius.

Setelah putus dari
Som, Chain tinggal bersama abangnya, Yod, yang juga pecandu obat bius. Mereka berdua telilit utang dengan salah seorang bandar. Karena tidak memiliki apapun lagi yang bisa dijual, Chain dan abangnya mencari cara untuk bisa mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat.
Mereka berencana untuk mencuri pita film baru yang masih akan ditayangkan di bioskop. Dan mereka akan menjual film yang masih belum tayang itu kepada orang lain, sebelum ditayangkan di bioskop. Pasti ada yang akan membeli mahal untuk pita asli film itu.

Ternyata, bandar narkoba yang memberi pinjaman bagi mereka juga setuju akan rencana tersebut. Mereka berniat untuk memperbanyak sendiri pita film itu dan akan menggandakannya sendiri. Maka, tugas
Chain dan abangnya adalah untuk mencuri pita film itu. Film yang mereka incar adalah sebuah film horor berjudul: Hantu Gentayangan.
Ternyata mencurinya cukup sulit, akhirnya abangnya berencana untuk menonton film itu sediri pada suatu malam, ketika bioskop sudah tutup. Dia membawa handy cam pribadi untuk merekamnya. Chain bertugas untuk masuk ke ruang tempat penyimpanan film dan memutarkannya di salah satu studio, dimana abangnya sudah menunggu dengan handy camnya. Namun, ternyata Chain tertidur selama film itu diputar.

Keesokan paginya ia terbangun dan menemukan kalau abangnya sudah tidak ada lagi disana dan meninggalkan handycam nya didalam studio. Di dalam rekaman handycam itu,
Chain melihat abangnya menjerit-jerit ketakutan dan menunjuk-nunjuk ke satu arah yang tidak tampak pada layar handycam. Sisa rekaman didalamnya kemudian rusak.
Chain
mulai mencari-cari kemana abangnya berada tapi tidak ditemukan juga. Abangnya lenyap begitu saja.

Pada suatu malam,
Chain kembali ke bioskop itu setelah tutup, untuk menyelidiki kembali. Dia lalu menonton kembali film Hantu Gentayangan itu dan mencoba mencari tahu apa yang membuat abangnya begitu ketakutan. Film itu mengisahkan tentang seorang nenek tua gila yang tinggal di sebuah rumah tua di suatu desa terpencil. nenek itu menjadi gila karena rumahnya terbakar dan kelima anaknya yang masih kecil juga tewas terbakar. Nenek tua itu lalu menculik anak-anak kecil di lingkungan tempat tinggalnya untuk dijadikan anaknya sendiri. Anak-anak itu begitu ketakutan melihat sosoknya yang mengerikan karena luka bakar. Maka dia mencongkel mata mereka, agar mereka tidak perlu takut lagi melihat wajahnya. Begitu menyadari hal itu, para tetangga menyerbu ke rumahnya dan menggantungnya hingga tewas untuk membalas dendam.

Chain
tidak merasa terlalu aneh dengan jalan cerita film itu. Sampai kemudian dia mendengar ada suara-suara yang tak wajar didalam studio itu. Dia mengira kalau itu adalah abangnya dan mulai berteriak-teriak memanggilnya, namun tidak ada jawaban. Lalu dia menghubungi ponsel abangnya itu. Terdengar nada dering handphone di salah satu tempat di dalam studio itu. Chain mulai mencari di sela-sela bangku, tetapi tidak ada apapun. Sementara, suara dering ponsel itu terdengar sangat dekat.

Di layar, film yang tadi ditontonnya terputar sendiri dan mulai tayang kembali. Dan dalam film itulah
Chain melihat mayat abangnya berada. Matanya sudah tercongkel dan berlumuran darah. Di tangannya terlihat ponselnya sedang menyala, seperti ada seseorang yang sedang menghubunginya. Begitu Chain memutuskan panggilannya, ponsel ditangan abangnya itu pun mati.

Chain
begitu ketakutan dan buru-buru lari dari tempat itu. Dia menyambar ranselnya dan kembali ke rumah. Tanpa dia sadari, ternyata bukan hanya ranselnya yang dibawanya, tetapi roh nenek gila yang dilihatnya tadi di film itu juga ikut menggandul di ranselnya. Sejak saat itu, Chain pun selalu dihantui dimanapun dia berada.

Dari penyelidikan di internet, dia mengetahui adanya sebuah kisah yang mirip dengan alur film tersebut. Dia melakukan penyelidikan ke sebuah rumah terpencil tempat seorang nenek gila yang menculik anak-anak dan mencongkel matanya. Ternyata memang kisah itulah yang mengilhami para kru
Hantu Gentayangan sehingga mem-film kannya.Namun, dari keterangan dokter disana, ternyata nenek itu tidak mati. Dia sempat diselamatkan dari massa yang mengamuk itu, kemudian dikirim ke rumah sakit jiwa. Chain melihat kalau wajah nenek itu sama sekali tidak mirip dengan wajah hantu yang mengejar-ngejarnya selama ini.

Setelah menyelidiki lebih jauh, akhirnya
Chain menemukan kalau ternyata hantu itu adalah arwah seorang artis yang semasa hidupnya memerankan tokoh nenek gila si penculik anak itu. Namun ada kecelakaan ketika proses syuting sedang berlangsung. Chain menemukan rekaman asli nya yang belum diedit.

Rekaman itu menunjukkan kalau ternyata artis yang mereka pilih untuk memerankan si nenek ini, sama sekali tidak memiliki bakat akting. Pada suatu scene dimana tokoh si nenek digambarkan digantung sampai mati oleh penduduk desa, tampak si sutradara marah-marah kepada si artis. Karena aktingnya ketika digantung, lebih mirip orang yang ketakutan daripada orang yang akan mati. Ketika ditanya kenapa, si artis menyatakan kalau dia takut tali yang dipakai akan benar-benar membunuhnya. Percuma saja para kru film meyakinkan kalau tali itu tidak akan putus. Si artis tetap saja takut.


Akhirnya, sutradara memberikan kesempatan terakhir kepadanya. Kalau kali ini dia tidak juga bisa memberikan akting yang baik, maka dia akan dipecat. Si artis memohon-mohon agar tidak dipecat dan berjanji akan berusaha dengan baik.


Ketika pengambilan gambar, ternyata si artis berhasil. Aktingnya benar-benar bagus. Sepertinya dia benar-benar tercekik, sehingga tangan dan kakinya menggapai-gapai kesana kemari sambil memegang lehernya. Para kru terpana dan memuji-muji aktingnya. Bahkan wajah si artis di close up untuk menunjukkan ekspresinya yang benar-benar seperti nyata. Beberapa lama kemudian si sutradara meneriakkan 'Cut'.


Tapi, ternyata si artis masih tetap menggelepar, sampai sutradara meneriakkan 'Cut' berkali-kali. Akhirnya mereka menyadari, kalau tali pengaman yang mencegah agar si artis itu tidak benar-benar tercekik telah putus. Dan adegan yang mereka rekam tadi adalah benar-benar nyata. Si artis itu benar-benar tercekik. Dan akhirnya meninggal di lokasi syuting.


Arwahnya kemudian memburu setiap orang yang menonton adegan yang menampilkan dia tewas tergantung itu. Dia menganggap setiap orang yang menonton adegan itu memang benar-benar menginginkan dia mati. Dia dendam terhadap para kru film yang dianggapnya sengaja memutuskan tali pengaman itu, sehingga dia benar=benar mengalami kejadian kematian itu.


Yang paling tragis, para kru film tetap memasukkan potongan rekaman itu ke film asli yang akan ditayangkan di bioskop. Maka, semua penonton yang menonton film itu akan mati dan langsung ikut masuk ke adegan film dan menjadi hantu gentayangan disitu.

Minggu, 04 November 2012

Hello Stranger (Thailand Movie)

!
Movie Details :
genre komedi romantis yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun berdasarkan novel dengan judul Two Shadows in Korea (Thai: สองเงาในเกาหลี, Song Ngao Nai Kao Li) karangan Songkalot Bangyikhun.

Cast :

Chunthawit Thanasewi (Thai: ฉันทวิชช์ ธนะเสวี) sebagai sang pemuda alias Darng


Nuengthida Sophon (Thai: หนึ่งธิดา โสภณ) sebagai sang gadis alias May


Warutaya Nilakhuha (Thai: วรัทยา นิลคูหา) sebagai Goi

Ini nih film yang juga dibintangi oleh ko Chantavit sebelum merilis filmnya yang ATM itu :D Ko chantavit kecenya sama kaya di film ATM ;* Hehe



[Preview Thai Movie] Hello Stanger


~Profil~
Movie : Knowing Me, Knowing You / Hello Stranger 
(Diangkat dari buku laris berjudul "Two Shadows In Korea")
Thai : กวน มึน โฮ (Kwon-Muen-Ho)
Director : Banjong Pisanyatanakol
Writer : Chantawitch Tanasewi
Release Date : August 19, 2010 (Thailand)
Genre : Romantic Comedy
Runtime : 130 menit
Distributor : GTH
Language : Thai
Country : Thailand

Akhirnya selesai juga nih nonton film ini, jempol deh untuk film yang satu ini. yang semula hanya iseng karena lagi bosen dengan nonton drama korea kini apni lagi doyan banget nonton film Thailand. sampai2 beberapa hari ini nontonnya film Thai melulu. emmmm,,,kalau menurut penilaianku, aku beri nilai 8/10 deh buat Film ini. Film ini termasuk salah satu film berani yang pernah aku tonton..eiz,, jangan pikiran yang macem2 dulu. maksud apni adalah film ini termasuk film yang berani mengkritik tentang korean wave yang sudah melanda seluruh negeri. ya tak terkecuali aku juga. aku juga sempet mikir apa yang dikatakan Darng (peran utama cowok) disini memang bener. tapi jawaban yang dikasih si cewek (May) juga gak salah. (apa yang dibicarakan mereka tentang korean wave aku sensor deh biar surprise..kekek karena apni bakalan buat sinopnya). 
pokoknya kalian yang pecinta film kudu nonton deh,,ditambah dengan kekonyolan2 mereka berdua setelah ketemu, pokonya bikin ngakak. tapi sih aku rada kecewa ma endingnya yang menurut aku kurang nendang..kenapa sih mereka gak bersatu aja..yah,,walaupun akhirnya si May tau kalau Darng bener2 cinta ma dia. karena pertemuan mereka dan kebersamaan mereka yang sebelumnya mereka anggap hanya perasaan ilusi semata. over all baguslah. tapi ~~~~ ya itu,, happy ending yang kurang nendang..kekek~~~
~Cast~

 Chantawit Thanasewee berperan sebagai Darng
~Profil~
Nama asli : Chantavit Dhanasevi 
TTL : 18 September 1983
Pendidikan : Chulalongkorn University (B.A. Communication Arts)
~Film~
2008 Coming Soon sebagai Shane
2008 Hormones sebagai Hern
2010 Hello Stranger sebagai Darng

 Chantawit Thanasewee berperan sebagai Darng. Emm,,sebenernya nama Darng sendiri itu pemberian May (ngasal aja) karena memang mereka sepakat gak ngasih tahu nama mereka masing2 bahkan sampai akhir cerita sampai gemes aku nontonnya..(kekek jadi si penulis scrip gak usah capek2 kasih nama kali). Nah dalam perannya disini digambarkan Darng adalah cowok yang gak suka namanya drama korea sampai2 dia heran kenapa drama2 korea sampai2 bisa menghipnotis para penontonya. ada satu kata2 yang apni ingat "kenapa turis2 yang datang ke korea itu pasti tempat tujuannya dilokasi syuting drama korea, misal drama korea gak ada,,apa yang akan dilihat para turis2 itu" kekek~~tapi emng bener..
Darng pergi kekorea dan mengikuti tur korea karena hanya 1 alasan. yaitu dia berharap cewek yang dia cintai (Gui) bakalna nyusul dia ke korea karena mereka pernah berjanji bakalan ke korea bareng. namun tak disangka2 Darng malah ketemu cewek lain (May) yang juga saat itu sedang tur kekorea. nah saat itulah hati Darng mulai goyah akan cintanya bersama Gui. apa lagi saat tau Gui mau nikah ama orang lain...ancur deh...


Neungtida Seopol as May
(Sorry, apni udah ubeq2 dunia maya tapi gak ada tuh profil tentang dia)

Nah kalau si May ini maniak banget ama yang namanya drama korea. alasannya ke korea ya karena dia pingin mengunjungi lokasi2 syuting drama korea dan juga pergi kepernikahan Min Ah (teman May). May pergi kekorea tanpa ada yang mengetahui kalau dia hanya sendiri. pacarnya Jim tahunya kalau May pergi ke korea bareng ama Meow. Jim adalah pacar May yang sangat protected,, gak boleh minum soda, gak boleh pake high heel, gak boleh ini itu lah. makanya si May sampe bohong dengan kepergiannya ke korea. yah..sepintar2nya kita menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga. begitu juga Jim, dia akhirnya tahu kalau May berbohong dan akhirnya mereka putus. Akibat insiden yang tak terduga akhirnya dia ketemu ama di Darng yang selalu ngikutin dia kemana pun..


Selama mereka berdua banyak banget kejadian yang mereka alami. apalagi mereka berdua sama2 sedang patah hati. Darng yang ditinggal nikah ama pacarnya (tapi gak jadi) trus si May yang diputusin ma pacarnya membuat kekosong hati mereka sedikit terisi dengan kehadiran mereka masing2. seperti yang apni bilang tadi,,apni paling gemes ma mereka karena sampai ending mereka gak nyebutin nama masing2. karena menurut mereka itu lebih baik daripada mengenal satu sama lain. bila kita tak mengenal seseorang, apapun bisa kita katakan tanpa harus menutup nutupi (kekke~~beda ama aku,,aku lebih nyaman cerita ama orang yang aku kenal). nah karena kata2 itu pas ending Darng merasa ragu kalau dia bener2 cinta ama May apalagi kejadiannya ternyata si Gui gak jadi nikah and nyusul Darng kekorea..yaa...apes deh..kekke pokoknya film ini oke deh untuk ditonton..

mereka serasi banget..i love this couple
ini pas mereka cari rumah Min Ah..wkwk`` pake peta

Nah kalo ini, si May  mau ngelepasin gembok yang di pasang untuk dia dan pacarnya Jim. karena mereka dah putus makanya di lepas.
ckckc,,,nah ini alasan kenapa akhirnya Darng ngikuti May terus. karena Darng ketinggalan bis gara2 May salah ngasih tahu tempat hotel. hotel Darng itu Grand Ambasador..eh si May malah nganterin ke Grand Embassy..wkwk
Makan bersama..karena di Darng gak tahu tempat makan yang layak (gara2 pertama makan di korea dia dikasih daging anjing) pokoknya pas adegan ini lucu banget. 
si Darng heran kenapa si May meluk2 patung Bae Young Jun
Saat mereka berpisah,,sedih nih..

Love this Scene co cwitt

dirumah Min Ah
bersenang2 setelah dapat uang lotre..wkwk

Sabtu, 03 November 2012

Film ATM Thai Movies

Title: ATM (Err Rak Error)
Country: Thailand
Language: Thai
Release Date: January 19, 2012
Genre: Romantic Comedy
Cast: Chantavit Dhanasevi, Preechaya Pongthananikorn, Puttachad Pongsuchat, Thawat Pornrattanaprasert, Yanee Tramoth, Chalermpon Thikumporn-teerawong
Movie Websitehttp://www.atm-errak-error.com






Film tentang Bank pasti banyak. Tapi kalo film tentang mesin atm yang error pasti ngga ada kan?
Apalagi gara-gara mesin atm yang error itu bisa bikin sebuah hubungan menjadi harmonis dan berantakan.
Nah aku baru aja kelar nonton film Thailand yang mengangkat kisah tentang mesin ATM yang Error. Sumpah kocak banged!!! emang sih sound effectnya rada lebay, tapi karena sound effectnya itu makanya kocak.
Ceritanya berawal dari sebuah Bank bernama JNBC, di mana di dalam Bank tersebut berlaku satu aturan yang sangat tradisional yaitu dilarang berpacaran sesama pegawai. Jika terjadi, maka salah satu dari pasangan tersebut harus mengundurkan diri.

Jib, adalah seorang wanita yang karirnya sangat gemilang. Dia menjabat sebagai Direktur Deputy of ATM Departement. Jib terkenal sangat dingin, dia yang selalu menginvestigasi para karyawan mengenai hubungan pribadi. Jib jugalah yang langsung turun tangan memecat karyawan-karyawan yang ketahuan berpacaran. Daaaan Jib pun menjadi sasaran empuk gosip para karyawan lain.

Kalo jodoh emang ga kemana, semut di pelupuk mata pun tampak. Jib masuk “perangkap”nya sendiri.
Jib ternyata secara sembunyi-sembunyi menjalin cinta dengan salah satu karyawan, bernama Sua. Hubungan mereka pun sudah terjalin 5 tahun lamanya. Mereka pun sangat profesional, sehingga hubungan mereka sama sekali tidak tercium perusahaan.
Siapa sih yang tahan backstreet??
Yaa itulah yang dialami pasangan ini yang harus beda meja saat makan, yang saling memanggil dengan hormat saat di kantor, yang harus menempuh cara-cara sulit untuk bertemu. Keduanya pun bertengkar, dan saling menyalahkan kenapa mereka dahulu bisa saling menyukai *flashbacknya kocak*
Sang pria menyatakan keseriusannya dengan langsung menyiapkan secara singkat pesta pernikahan mereka, dan pernikahan itu akan terjadi dalam beberapa minggu lagi. Tepat saat pesta halloween. *Good news + Bad News*

Mereka pun paham resiko apa yang akan dihadapi jika hubungannya terbongkar.
Di tempat yang berbeda, Bank JNBC sedang memasang sebuah software baru untuk sebuah mesin ATM. 2 orang petugas IT yang betugas untuk memasang software tersebut ternyata tidak bisa berbahasa Jepang, sehingga mereka asal mengikuti prosedur sesuai dengan yang ada dalam buku panduan berbahasa Thailand milik mereka. Kedua petugas IT ini pun tidak menyadari kesalahan fatal apa yang baru saja mereka lakukan.
Seorang ABG norak dan sok gaul :P , bernama Peud yang kebetulan melintas di depan mesin ATM berniat ingin mengambil ATM. Penarikan pertama lancar, namun Peud menyadari ada yang tidak beres pada mesin atm tersebut. Benar saja, mesin ATM tersebut mengeluarkan sejumlah uang. Peud yang penasaran lantas kembali mengecek saldo ATMnya yang ternyata sama sekali tidak berkurang. Peud yang memang masih penasaran menarik semua uang di ATMnya sehingga sisa saldonya menjadi 0. Namun dugaan Peud memang benar, mesin ATMnya error dan mesin tersebut kembali mengeluarkan sejumlah uang sesuai dengan penarikan sebelumnya.

Saking gembiranya, si Peud mengabarkan berita ini kepada sobat karibnya bernama Pad, seorang supir Taxi berbadan tambun. Pad yang tengah menonton langsung pertandingan sepak bola kontan saja kaget dengan pemberitaan dari Peud, dan karena suara Pad yang sangat keras melebihi stereo stadion, seluruh penonton di stadion menjadi hening. Dalam sekejap, mesin ATM yang sebelumnya terlihat sepi itu, diserbu oleh ratusan suporter bola berkaos biru. Akibatnya, stadion yang tengah break 1 sesi itu menjadi kosong tanpa penonton dan mesin ATM tersebut makin error.
Kerugian dari pihak Bank terjadi. Bank JNBC pun segera bertindak dengan langsung menon-aktfikan mesin ATM tersebut. Jib selaku petugas yang berwenang diperintahkan untuk menyeleseikan kasus ini, jika tidak karirnya selama 10 tahun akan berantakan.
Jib beserta 1 orang Manajer tambun bertugas mengusut kasus ini, dimulai dari mengecek 2 kamera CCTV yang sangat tidak membantu sama sekali. Kamera 1: terhalang pamflet iklan, Kamera 2: tertutup sarang burung. Jib, pun mengecek daftar nasabah yang mengambil uang pada hari itu, dan hasilnya ratusan daftar nasabah mengambil uang pada hari itu namun waktunya tidak tercantum. Ternyata mesin ATM itu benar-benar Error.
Kesimpulan yang didapat adalah Jib harus mencari satu-persatu daftar nasabah tersebut, kemudian menginvestigasi mereka dan melaporkan hasil penyelidikannya SEGERA! *OMG*
Masalah menjelang pernikahan muncul, Sua cemburu saat tahu Jib akan bepergian dengan seorang pria untuk menyeleseikan sebuah kasus. Mengetahui Sua cemburu, Jib memancing apakah sang kekasih akan membantunya menyeleseikan kasus mesin ATM yang eror ini, dan hasilnya Sua mau menyeleseikan kasus ini dengan syarat jika dirinya berhasil menyeleseikan masalah dan mengganti kerugian Bank maka Jib harus menjadi istri yang berbakti kepada suami, dengan kata lain Jib harus mundur dari pekerjaannya.
Jib kemudian menantang Sua. Jika Sua gagal menyeleseikan kasus ini,  maka Sua yang harus angkat kaki dari kantor.
Mereka berdua pun SETUJU!!
The Adventure is began!!!
Sua memulai petualangannya. Sua mulai menyelidiki satu persatu nasabah yang menarik uang pada hari itu. Namun ternyata tidak mudah. Berbagi cobaan menimpanya, mulai dari kunci mobil jatuh di selokan, ditinggal taxi, diuber buaya, ditembaki bapak-bapak, mobil disita, diajak nikah gadis ABG, dikerjain anak kecil, dan harus mendekam di penjara gara-gara menjadi polisi gadungan. Belum lagi sindiran dari Jib yang makin membuat Sua menderita.
Sua bukan orang yang mudah menyerah, perlahan Sua menemukan siapa saja nasabah yang mendapat “bonus” dari ATM error tersebut. Jib yang mendapat kabar bahwa Sua sangat gigih dan mendapatkan hasil mulai khawatir. Karirnya dipertaruhkan.
She love her job.
Jib bukanlah seorang yang mudah mengalah, ia mulai melakukan penyelidikan tanpa sepengatahuan Sua.
Sua yang mengetahui hal ini sangat marah sekaligus kecewa dengan Jib. Keduanya pun bersaing. Cara curang pun ditempuh.
Keduanya pun bertemu dengan nasabah-nasabah tersebut:
1. Peud, seorang ABG yang cinta mati dengan Gob. Gob adalah seorang remaja putri yang sama lebaynya dengan Gob :D
2. Pad, supir taxi tambun yang ternyata sahabat karib Peud.
3. Ny. Aummara, seorang pemilik toko laundry yang ternyata Ibu dari Gob.
4. Tuan Aumnusy, seorang pria tua yang mahir(?) bermain pistol dan menganggap buaya peliharaannya sebagai anaknya sendiri. Bapak ini ternyata mantan suami Nyonya pemilik Laundry yang juga bapak kandung dari Gob.
Keempat nasabah-nasabah ini ternyata saling berhubungan satu sama lain.
Mendekati final, akhirnya terungkap kemana saja uang “bonus” nasabah itu.
1. Peud memakainya untuk membeli motor.
2. Pad memakainya untuk memasang gigi emas.
3. Ny. Aum memakainya untuk membeli mesin cuci.
4. Tuan Aum memakainya untuk membeli sebuah buaya.
Keempat nasabah itu sudah tidak bisa mengembalikan uang “bonus” tersebut.
Jib dan Sua pun sepakat untuk tidak menagih uang tersebut, dan berhenti menyeleseikan kasus tersebut.
Once again, Jib love her job. She will do everything for save her carreer.
Diam-diam Jib merekam pengakuan keempat nasabah tersebut, kemudian dia menulis laporan dan menyerahkannya kepada direktur utama.
Muncul kebimbangan di hati Jib setelah menaruh laporan tersebut, namun saat Jib ingin mengambil laporannya kembali, sang direktur utama sudah terlanjur membacanya.
Kasus nasabah ini pun berlanjut, keempat nasabah itu ditelepon kembali oleh pihak Bank.
Sua yang mengetahui ini pun sangat kecewa atas sikap Jib.
Sua menghadap direktur utama dan menyerahkan sejumlah uang kerugian milik Bank dan meminta menutup kasusnya.

Jib yang mengetahui ini pun mengaku kalah.
Namun saat mengetahui uang yang dipakai Sua adalah uang pernikahan mereka, Jib marah besar. Jib menganggap Sua tidak serius dengan pernikahan mereka.
Keduanya pun putus, tepat beberapa hari sebelum pesta pernikahan.
Baik Jib dan Sua memulai kembali aktivitas kantor mereka. Kembali profesional seperti sebelumnya. Pacaran tidak ketahuan. Putus pun tidak ketahuan.

Sayang, Jib teledor. Yo, putra dari Direktur Utama yang sangat mengejar-ngejar Jib, menemukan sebuah kertas di mobil Jib. Yo melaporkannya kepada sang Ayah. Hubungan Jib dan Sua pun diketahui perusahaan. Jib menghadap direktur utama dan mengajukan pengunduran dirinya. Jib ingin Sua yang bertahan di kantor.
31 Oktober yang harusnya menjadi pesta pernikahan keduanya pun gagal total.
Gedung yang sama. Waktu yang sama. Keduanya secara terpisah ternyata tengah merayakan Pesta Halloween, menahan kegalauan karena kandasnya hubungan cinta mereka.
Sua yang mengetahui Jib berkorban untuknya mencoba dan mencari cara agar Jib kembali padanya. Perasaan memang tidak pernah bohong.

Sua: Gimana kalau kita beradu “Batu-Kertas-Gunting”
untuk memutuskan menikah atau tidak?
Jib: Bagimu semuanya hanya kau anggap
sebuah perlombaan ya?
Sua: Jika aku menang, aku tidak akan melamarmu.
Dan jika aku kalah, aku akan melamarmu.
Sua: Jib, Menikahlah denganku. Kamulah satu-satunya wanita dalam hidupku,
yang membuatku mau untuk kalah. Aku sangat mencintaimu, Jib.
Jib: Oke, Kamu yang kalah.
Sua: Kamu curang


1 scene kegombalan Jib-Sua yang termotivasi dari Gob-Peud
 
Sumber : http://yunakaworld.wordpress.com/2012/08/14/sinopsis-atm-error-thai-movie-2012/

Kamis, 01 November 2012

Sinopsis Film Perahu Kertas

[Resensi] Perahu Kertas : Radar Neptunus Tidak Bekerja Di Sini

Perahu Kertas
Mengadaptasi sebuah novel menjadi sebuah film adalah suatu usaha yang riskan. Di satu sisi bila kita bicara dari perspektif pemasaran, film yang diangkat dari novel berpotensi untuk menggaet penonton. Terlebih bila novel yang diadaptasi memiliki penggemar dalam jumlah masif. Artinya terdapat peluang untuk filmnya ditonton oleh para penggemarnya.

Namun dari persepektif filmnya sendiri, upaya mengadaptasi sebuah novel "besar" juga berpeluang untuk untuk menuai kecaman. Alasannya, penonton potensial yang notabene pembaca novelnya akan membandingkan apa yang ada di novel dengan di filmnya. Para pembaca novel memiliki imajinasi tersendiri terhadap halaman demi halaman novel yang divisualisasikan. Repotnya, setiap pembaca punya imajinasi masing-masing di benaknya.

Bisa dikatakan usaha adaptasi sebuah novel ke bentuk film adalah loose-loose situation. Peluang untuk untung sama besar dengan peluang untuk dicaci-maki.

Jika ditilik secara statistik, kebanyakan film adaptasi sebuah novel laris juga sukses di pasaran. Contohnya adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ayat-Ayat CInta atau yang rilis tahun ini Negeri 5 Menara.

Tidak heran bila para produser melihat film adaptasi novel menjadi terlalu "seksi" untuk diabaikan. Dan hal ini kemudian terjadi pada Perahu Kertas.

Cerita Perahu Kertas sebenarnya sederhana. Menuturkan kepelikan kisah cinta antara seorang gadis dan seorang pemuda, yang kemudian terlibat intrik asmara dengan karakter lain. Sama seperti kisah cinta di novel remaja umumnya.

Penulis sendiri tidak terlalu tertarik membaca literatur kisah asmara remaja, namun berbeda dengan Perahu Kertas karya Dewi "Dee" Lestari ini.

Yang membuat Perahu Kertas unik adalah dua karakter utamanya, Kugy dan Keenan. Mereka bukan "remaja" biasa. Mereka berdua adalah karakter yang unik.

 Kugy percaya bahwa ia adalah utusan Dewa Neptunus dan  memiliki kekuatan telepati "radar Neptunus". Dari cita-citanya saja ia sudah unik, Kugy ingin menjadi "penulis dongeng".  Untuk menambah keunikan, Kugy gemar berdandan unik (kalau tidak mau dibilang nyeleneh), memakai jam tangan Kura-Kura Ninja, serta menggemari musik pop alternative 80 dan awal 90'an. Suatu pilihan yang tidak lazim di lingkungannya.
Keenan pun tidak kalah uniknya. Pemuda ini dibesarkan di lingkungan mapan, namun cenderung berjiwa indie. Ayahnya ingin melihatnya sebagai seorang ahli ekonomi dan pengusaha, Keenan lebih memilih menjadi seniman lukis. Persamaan terbesar Kugy dan Keenan yang lantas membuat mereka terkait secara emosi adalah cara mereka memandang dunia. Mereka sama-sama cenderung anti sosial.

Karakter Kugy-Keenan di novelnya sangatlah kuat, sehingga karakter lainnya menjadi pelengkap saja. Karakter seperti Remi, Wanda, Luhde, Eko, Noni ataupun Pak Wayan (mentor melukis Keenan) memang hadir dan mewarnai kehidupan mereka. Karakter lain hanyalah ornamen.

Novel Perahu Kertas juga menjadi menarik karena juga menuturkan tentang eksistensi diri. Tentang bagaimana sebuah takdir harus dikejar atau ditunggu, tentang pameo klasik "jodoh sudah dituliskan oleh Tuhan" dan tentang pertanyaan mungkinkah idealisme bertemu dengan realitas.

Kisah yang sebenarnya klise dituturkan secara dewasa lengkap dengan dialog-dialog personal yang menggugah emosi pembacanya. Tidak heran bila pembaca Perahu Kertas kebanyakan berasal dari orang-orang berusia 20 tahun ke atas. Rentang usia yang sudah lebih dewasa dalam memaknai sebuah peristiwa.

Lantas tantangan terbesar dari usaha mengadaptasi sebuah novel yang besar oleh karakter adalah bagaimana menemukan aktor/aktris yang bisa memenangkan imajinasi terliar para pembacanya. Tantangan kedua adalah bagaimana memindahkan novel yang sudah memiliki penuturan filmis seperti Perahu Kertas menjadi film yang bisa dinikmati oleh semua pihak.

Bukan perkara mudah bagi pihak yang membesut filmnya memang.

Hanung Bramantyo adalah seorang sutradara kawakan Indonesia yang memiliki rekam jejak bagus. Hanung terkenal mampu membuat sebuah film yang bisa berkompromi secara kualitas dan komersil. Ia pun berpengalaman mengadaptasi sebuah novel menjadi film, sesuatu yang pernah dilakukannya di Jomblo, Ayat-ayat Cinta ataupun Perempuan Berkalung Sorban. Film-film itu terbilang memuaskan.
Hanung juga dikenal piawai mengangkat aktor-aktris yang bekerjasama dengannya ke suatu tingkatan akting lebih tinggi. Suatu nilai tambah dalam mengadaptasi Perahu Kertas, sebuah novel yang seperti dikatakan di atas besar karena karakternya.

Adaptasi Perahu Kertas semakin menjanjikan saat Dewi "Dee" Lestari, turun tangan langsung untuk menuliskan naskahnya.

Meski ditopang oleh dua orang berbakat,  harus dikatakan Perahu Kertas tampil mengecewakan sebagai sebuah adaptasi novel.

Alih-alih melakukan adaptasi novel secara bebas, Perahu Kertas disajikan tumplek-blek sama persis dengan novelnya, terutama secara kronologis dan seting waktu. Sesuatu yang terasa panjang hingga akhirnya perlu dibagi menjadi dua film.

Kugy diperankan oleh Maudy Ayunda (Tendangan Dari Langit, Untuk Rena, Malaikat Tanpa Sayap). Sementara Keenan diperankan oleh Adipati Dolken (Malaikat Tanpa Sayap).
Kugy sama seperti novelnya adalah seorang gadis muda nyeleneh dan berjiwa seni. Ia berpacaran dengan Ojos (Dion Wiyoko) sedari SMU.

Selepas SMU, Kugy diterima di sebuah universitas di Bandung, di mana ia kembali bertemu dengan teman akarabnya, Noni (Sylvia Fully R), dan kekasih Noni yang bernama Eko (Fauzan Smith).
Mereka bertiga bersahabat dan dunia Kugy terasa aman-aman saja, hingga hadirnya sepupu Eko yang bernama Keenan.

Keenan layaknya seorang "alien" yang mampu mengusik kelembamam Kugy di zona nyamanya. Kugy merasa "radar Neptunus"-nya bekerja maksimal saat bersama Keenan, pun sebaliknya.

Kugy  dan Keenan merasa mereka saling melengkapi secara emosi dan mereka punya begitu banyak kesamaan. Keenan yang pelukis merasa klop dengan Kugy yang pendongeng.  Namun. alih-alih berbicara terus terang akan ketertarikan masing-masing, mereka merasa terkungkung oleh batasan persahabatan di antara mereka.

Sampai suatu ketika datanglah karakter Wanda (Kimberly Ryder) di tengah kehidupan Kugy, Keenan, Noni dan Eko. Wanda yang merupakan pengelola sebuah galeri lukisan, dianggap sebagai wanita yang cocok dengan Keenan oleh Noni dan Eko.

Makin masuknya Wanda ke kehidupan mereka, membuat Kugy memilih untuk menyingkir. Menyingkirnya Kugy menjadi awal dari konflik di antara para karakter di film ini. Hubungan antara Keenan-Wanda, ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan. Hubungan antara Kugy-Noni-Eko pun demikian.
Perjalanan waktu membuat Keenan pun memilih jalan yang sama dengan Kugy, memencilkan diri dari lingkar persahabatan mereka. Kugy memilih jalan sendiri, Keenan memilih jalan sendiri.

Kugy lantas berhasil menamatkan kuliah dan bekerja di perusahaan iklan bernama Avocado. Di sini ia bertemu Remi (Reza Rahadian), pimpinan yang kemudian mencoba memikat hati Kugy.

Keenan pun memilih bermukim di Bali, sembari menelusuri mimpinya menjadi pelukis di galeri milik Pak Wayan (Tio Pakusadewo). Di Bali, Keenan pun bertemu dengan Luhde (Elyzia Mulachela), seorang gadis Bali yang coba memahami Keenan.

Akan tetapi meski terpisah jarak dan waktu, radar Keenan-Kugy tak melemah. Keenan tak pernah menyangka lukisannya yang dibeli Remi, masih akan menghubungkan emosinya dengan Kugy.
Pun meski Kugy menerima cinta Remi dan Keenan mencoba menjajaki hati Luhde, takdir mempertemukan mereka di pesta pernikahan Noni-Eko.

Dan di sinilah akhir bagian pertama film ini.
 
Still photo Perahu Kertas (courtesy Starvision, Bentang Pictures & Dapur Film)
SETIA DENGAN NOVELNYA, NAMUN GAGAL DI PEMERAN UTAMANYA
Hanung Bramantyo mencoba bermain "aman" dalam menyajikan Perahu Kertas ke rupa gambar gerak. Hanung, berdasarkan skenario yang langsung ditulis Dee, menampilkan rangkaian kronologi perisiwa di filmnya secara runut, linear dan relatif setia dengan novelnya.

Kesetiaan Dee terhadap novelnya, di beberapa adegan harus "tunduk" kepada sang sutradara. Hanung memasukan beberapa humor dan ciri khasnya di dalam film ini.
Penampilan cameo Hanung sebagai kurator lukisan bergaya kemayu, misalnya. Atau sempilan kemunculan para pengamen jalanan, menyanyikan sepenggal lirik lagu yang mengiringi momen di beberapa perpindahan scene.

Hanung juga mengintepretasikan beberapa karakter hingga memberikan ruang humor di dalamnya. Sebuah tindakan utnuk membuat film ini menjadi lebih segar, karena karakter Kugy-Keenan dalam film ini memang dipasang "serius" dan kontemplatif.

Misalnya pada karakter Eko yang diperankan oleh Fauzan Smith. Berdasarkan intepretasi Hanung, karakter Eko adalah seorang pemuda keturunan Arab-Betawi dengan perwatakan ngebanyol. Dalam novelnya, Eko beserta pacarnya Noni, memang ditampilkan seoleh sebagai "punawakan" dalam ceritanya. Berfungsi untuk menjaga keseimbangan emosi dari konflik antara Kugy-Keenan.

Ditampilkannya Eko dalam sosok pemuda keturunan Arab-Betawi, memang tidak salah. Mengingat tidak ada penggambaran fisik secara detail untuk karakter Eko-Noni. Keputusan Hanung juga kemudian berujung kepada visualisasi adegan pernikahan bergaya Betawi-Arab. Di sisi ini Hanung berhasil memberikan sentuhannya.

Ironisnya, perhatian penonton (dan pembaca) kemudian teralihkan kepada Eko-Noni. Dan melupakan dua karakter utama Kugy-Keenan.

Permasalahan terbesar dari adaptasi Perahu Kertas ini memang kepada pemilihan Maudy Ayunda dan Adipati Dolken sebagai Kugy-Keenan.
Maudy terlihat tidak mampu menghadirkan Kugy, pun Adipati terlihat terlalu canggung berperan sebagai Keenan.

Maudy Ayunda tidak bisa menghadirkan jiwa "pemberontak" dan indie seorang Kugy dalam sosok manisnya. Maudy terlalu manis untuk memerankan karakter sekompleks Kugy. Dalam novelnya sendiri, Kugy adalah gadis aneh, sulit dimengerti, cenderung introvert, namun akan berbinar-binar bila diajak bicara mengenai dongeng. Kugy memiliki dualitas, berpikiran dewasa terkadang konyol. Dia terkadang aneh dan menyebalkan, namun mudah dicintai.

Maudy Ayunda tidak memiliki kualitas itu. Penampilan Maudy di film ini terlihat sama dengan penampilan di film-filmnya sebelum Perahu Kertas. Maudy justru menampilkan Kugy sebagai gadis yang terlihat manja kekanak-kanakan, ditambah logatnya yang terkadang Inggris. Dialog yang terlontar pun tidak terlihat keluar dari sukma. Alih-alih tampil nyeni dengan "keanehannya", Maudy justru terlihat konyol sebagai Kugy dengan jam tangan Kura-Kura Ninja.


still photo Perahu Kertas (courtesy of Starvision, Bentang Pictures & Dapur Film)
Pun dengan Adipati Dolken sebagai Keenan. Alih-alih sebagai pemuda percaya diri dengan keputusannya, Adipati memperlihatkan Keenan sebagai pemuda ragu-ragu. Layaknya Kugy, Keenan memiliki kompleksitas dan dualitas di dirinya. Ia percaya diri, sekaligus rapuh. Ia menarik perhatian banyak orang, namun justru menarik dirinya dalam-dalam ke cangkang perlindungan dirinya.

Hal ini diperparah dengan tidak adanya koneksi emosi antara Maudy Ayunda sebagai Kugy dan Adipati Dolken sebagai Keenan. Pertemuan pertama kali mereka di stasiun kereta, justru menimbulkan tanda Tanya, apakah mungkin dalam sekejap Kugy jatuh cinta begitu dalam dengan seorang sosok pria tidak istimewa seperti Keenan versi Adipati?

Hanung pun memutuskan meniadakan adegan di novelnya, saat Kugy-Keenan-Noni-Eko terlibat suatu permainan seperti truth or dare. Padahal momentum inilah yang membuat Kugy dan Keenan saling menyelami pribadi masing-masing untuk pertama kalinya.

Di film, Kugy-Keenan ditampilkan langsung terlibat percakapan soal mimpi, eksistensi dan pilihan hidup. Sebuah topik yang dirasa akan mustahil dibicarakan oleh dua orang yang baru mengenal. Tidak ada momen pembuka untuk mencapai fase itu, dalam hal ini adegan bermain truth or dare. Hasilnya, pertautan emosi Kugy-Keenan tidak tercipta yang berimbas kepada penonton yang juga tidak merasakannya.
Hal yang sangat beresiko untuk menghadirkan sebuah novel sama persis dengan runutan kejadian di filmnya. Pilihan untuk meniadakan beberapa momentum, bisa terjebak kepada penghilangan adegan yang bisa menjembatani sebuah momentum penting selanjutnya.

Terlebih bahasa film yang mengharuskan penggunan seluruh indera, berbeda dengan bahasa novel yang hanya bahasa verbal.
Hanung terasa tidak percaya diri untuk menyentuh karakter Kugy-Keenan. Maudy Ayunda dan Adipati Dolken seolah dilepas menerjemahkan sendiri seperti apa Kugy dan seperti apa Keenan. Hanung terasa justru lebih berani bereksperimen dengan para karakter pendukung seperti Luhde, Eko, Noni ataupun Remi.

Hasilnya Maudy tetap tampil sebagai Maudy yang selama ini kita lihat, Adipati Dolken pun begitu.
Kesetiaan Hanung kepada novelnya, juga berimbas pada tone filmnya. Film ini terasa amat lamban dan panjang, serta datar. Penulis merasa beberapa kali mengantuk, hingga akhirnya karakter Eko dan Noni muncul di layar.

Kesetiaan Hanung pada runutan kejadian Perahu Kertas juga berimbas kepada departemen kamera yang ditangani oleh Faozan Rizal.
Faozan Rizal yang biasanya berani bermain dengan angle-angle tajam dan gerak dinamis, tampak hanya merekam setiap kejadian di film ini. Terasa sangat datar dan hambar. Gambar dan warna indah tetap dihadirkan Faozan Rizal, tetapi hanya sekadar indah tanpa emosi.

Hadirnya lagu dalam film ini juga tidak banyak membantu. Bukan menambah estetika, harus diakui hadirnya lagu di beberapa adegan terasa berlebihan dan membuat film menjadi cerewet.
Misalnya sebuah adegan Maudy Ayunda sebagai Kugy diperlihatkan sedang bimbang dan sedih akan pilihan sulit di depannya. Apakah tidak cukup dengan bahasa akting untuk memperlihatkannya, sehingga harus menambahkan sebuah lagu bernada melankolis?

 
Still photo Perahu Kertas (Courtesy of Starvision, Bentang Pictures & Dapur Film)

PERAHU YANG KEHILANGAN NAHKODA DAN PENUNJUK ARAH
Judul Perahu Kertas itu tidak tanpa arti.
Perahu Kertas dalam novelnya menjadi penanda kejadian. Di saat Kugy gundah menghadapi sebuah peristiwa besar, ia memilih untuk mencoretkan kegundahannya ke atas kertas untuk kemudian dibentuk menjadi sebuah perahu yang dilarungkan di aliran air.

Di film hal ini tidak menjadi hal krusial, seolah menjadi tempelan di pembuka saja. Hanung tidak mengeksplorasi ini menjadi lebih dalam dan ini sangat disayangkan.

Versi filmnya sendiri terasa tidak mengalir seperti novelnya. Filmnya lebih terasa mengambil cuplikan-cuplikan adegan di novelnya, untuk kemudian ditampilkan dalam sebuah kolase. Tidak ada emosi yang merekatkan semua itu.

Ibarat sebuah perahu, film ini sudah kehilangan dua awak penting. Satu nahkoda dan penunjuk arah, dalam hal ini keduanya diwakilkan oleh Keenan sebagai nahkoda dan Kugy sebagai pemandu arah. Pembaca dan penggemar novelnya tidak percaya dengan kedua pemerannya. Apa jadinya bila penumpang sebuah perahu tidak percaya dengan dua kru penting perahu itu?

Bahkan "radar Neptunus" pun tidak mampu menyelamatkan film ini.

Pembaca dan penggemar novelnya akan tidak peduli lagi dengan segala keindahan dan aspek teknis di filmnya. Juga tidak peduli apakah film ini akan dilanjutkan di bagian keduanya nanti.

Pembagian fim ini menjadi dua juga dirasakan sebagai hal yang janggal. Perahu Kertas adalah drama percintaan yang dirasakan terlalu datar. Adegan akhir di film pertamanya, sudah pas sebagai penutup. Bagi penonton awam pun, film ini sudah berakhir.

Bagi pembaca novelnya, untuk apa menanti sebuah kelanjutan film di mana mereka sudah tidak percaya dengan para pemerannya?

Tapi bila dipandang dari perspektif remaja yang gemar menonton film bertema "percintaan" ringan, maka mungkin akan cukup terhibur dengan film ini. Perahu Kertas kemungkinan besar akan berhasil memukau penonton remaja, karena memang film ini menjadi sangat ringan. Seringan kertas.
.Dan ini adalah foto-foto nya :





Paranormal Activity 4 Sinopsis

Semuanya pada tau kan film Paranormal activity 4? Udah dirilis tuh di Amrik, terus udah diputar di bioskop Amrik juga katanya. Ini lebih ngeri dari paranormal act yg ke 1 smpe yg ke3. Pokoknya ini deh yang paling kece dan specta jedar diantara film paranormal act lainnya, hantu-hantunya juga kece-kece *ehh -_-V. So jangan ketinggalan ya nton film Paranormal Activity yang ke 4 ini :) Kita tunggu aja ya kpan baru ada di Indonesia filmnya. Kan yang di paranormal act yg ke 1 smpe ke 3 itu hantu nya belum keliatan jelas semuanya. Nah kalo di paranormal activity 4 hantunya jelas keliatan loh alias hantunya menampakkan diri, kalo ga percaya liat aja deh foto-foto dibawah ini. Kita liat aja dulu deh sinopsisnya yaa :)

Paranormal Activity 4 Sinopsis

Paranormal Activity4Genre : Horor
Tanggal Rilis Perdana : 19 Oktober 2012
Durasi : 88 min.
Studio : Paramount Pictures
Official Site

CAST & CREW

Sutradara : Henry Joost, Ariel Schulman
Produser : Jason Blum, Steven Schneider, Oren Peli
Penulis Naskah : Zack Estrin
Pemain :
Katie Featherston, Kathryn Newton, Brady Allen, Matt Shively, Tommy Miranda, Alisha Boe


Sinopsis Paranormal Activity 
Film Paranormal Activity 4 merupakan sequel Paranormal Activity 2 yang diakhiri dengan penculikan hunter yang dilakukan Katie, bibinya. Katie yang dirasuki iblis telah membunuh kekasihnya Micah, Adiknya Kristi, serta Dan Rey iparnya. Kemudian Katie pergi membawa Hunter pergi. Masih ingat ceritanya? Jika belum, saya pernah menuliskan synopsis paranormalActivity 2 di sini. Sinopsis Paranormal Activity 3 pun ada.
5 tahun sejak penculikan tersebut, Hunter (anak Kristi & Dan Rey) telah berubah nama menjadi Robbie. Mereka pindah ke Henderson, Nevada. Hunter atau Robbie kecil harus dititipkan di rumah tetangga mereka Alice karena Kattie mengalami kecelakaan dan tulangnya patah. Sejak kepindahan Robbie, rumah Alice dihantui sosok yang tak mereka kenal.  Alice, Ibunya, Wyatt (adik Alice) serta Ben (kekasih Alice) menemui banyak kejadian aneh dan menakutkan. Ketika lampu kristal terjatuh dan hampir menimpa Alice, Alice mulai curiga ada sesuatu dan mulai merekam. Penasaran? Ceritanya lebih seru, teknik gambarnya diperbarui pula. Sabar ya… masih 17 hari lagi. Sementara menunggu, bisa buka trailer Paranormal Activity 4 dulu dan beberapa foto.